Selasa, 23 Maret 2010

LILLAHI TA'ALA

Banyak orang mengartikan LILLAHI TA"ALA adalah : misalnya dalam mengajar, aku mengajar kan lillahi ta'al, jadi ya kalo pas punya waktu berangkat, kalo tdk ada waktu ya tidak berangkat, itulah pendapat yang sama sekali tidak ada dasarnya namun banyak orang yang melakukannya, kebanyakan malah dari golongan pengajar agama yang seharusnya memberi contoh kepada yang lain justru malah sebaliknya.

 Bahkan tidak jarang orang justru membuat alasah ( buat acara ) yg waktunya sengaja di samakan dengan mengajar, atau dengan seenaknya ketika ada jam mengajar dia malah menyanggupi ajakan orang lain dalam acara yang lain, NA'UDZU BILLAHI MIN DZAALIK, dan itu selalu di ulang-ulang sehingga muridnya terlantarkan. 
 Mengutip hadits nabi saw, Sebaik-baik manusia adalah yang ber manfaat bagi manusia, kalau seperti di atas " maksud hati ingin berguna tanpa usaha justru malah membahayakn orang lain"  itukah Lillahi lillahi ta'ala?  
Mari kita kaji bersama, mengajar itu adalah sesuatu pekerjaan yang mulia, ter masuk menegakkan agama Allah swt, kalau kita menegakkan agama Allah niscaya Allah swt akan peduli kepada kita, apapun kebutuhan kita akan di penuhi olehNya, tentunya dengan niat lillahi ta'ala yang sesungguhnya, ( kita menyanggupi sebuah perjuangan, kita berusaha sekuat tenaga untuk bisa selau aktif walaupun ada halangan, kecuali memang Dlorurot Syar'i) beda dengan kita yang menyanggupi sebuah perjuangan tapi malah tidak konsisten, maka malah sebaliknya kita akan menjadi musuh Allah swt, jangan kebutuhan kita di cukupi yang ada justru timbulnya beberapa masalah yg tdk akan pernah terselesaikan.
Mengutif hadist nabi " Istiqomah adalah lebih baik daripada seribu karomah" Kalu perjuangan yang kita dasari dengan lillahi ta'ala dalam arti yg sesungguhnya, walaupun tingkatannya sangat kecil dan kita lakukan secara rutin dan terus mnerus, maka akan di catat sebagai amalan yang Istiqomah.
Selamat berjuang, dengan ikhlash dan istiqomah. Amiin.